SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA, SEMOGA BERMANFAAT, KUNJUNGI TERUS BLOG INI
0

SETELAH VACUUM 6 TAHUN I COME BACK

Posted by Rangga Krisma Putra on 02.44
Hai guysss,...gila uda ama banget gw vacum dari dunia blog nih,..sorry ya mungkin banyak yg nyariin (PD bgt gw, ckckckckk). Gw cuma mau nginformasiin, sebenarnya 6 tahun ini gw kemana aja, ni jg gw ud hampir lupa gmna cara ngepost lagi,..hahahahaha.
Pokoknya kalau mau diceritain mah banyak kali lah, sebuah pengalaman hidup, dari merantau di sumatera, kalimantan sampai di jakarta sekarang guys. Mungkin cerita lengkapnya termasuk pengalaman tes dan kerja gw akan gw post setelah ini, ini pemanasan dulu lah guys...hehehehe
Tunggu ya, waitingg....

0

Contoh Laporan PPL 2 Matematika

Posted by Rangga Krisma Putra on 17.39
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan bagian integral dari pendidikan tenaga kependidikan berdasarkan kompetensi yang termasuk di dalam struktur program kurikulum Universitas Negeri Semarang. Berdasarkan UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP No. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dan berdasarkan Surat Keputusan Penyelenggara Pendidikan di UNNES menjelaskan bahwa PPL adalah kegiatan intra kurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa program pendidikan.
PPL mempunyai sasaran agar mahasiswa praktikan memiliki seperangkat pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Mahasiswa praktikan harus melaksanakan seluruh komponen tugas dan kegiatan PPL sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mahasiswa PPL bukan pengganti guru pengajar di sekolah latihan atau pamong di tempat latihan lainnya. Dalam hal ini praktikan dibimbing dan dilatih untuk melakukan proses pembelajaran dari menyiapkan rencana pembelajaran maupun menganalisis hasil pembelajaran yang diampu oleh masing-masing guru praktikan. Pembimbingan mahasiswa PPL harus secara intensif dan sistematis oleh guru pamong dan dosen pembimbing yang memenuhi syarat untuk tugas-tugas bimbingan.
Pelaksanaan PPL dilakukan setelah mahasiswa menempuh PPL I dimana PPL I memuat kegiatan observasi dan orientasi yang berkaitan dengan kondisi fisik sekolah, struktur organisasi sekolah, administrasi sekolah, administrasi kelas, keadaan murid dan guru, tata tertib guru dan siswa, administrasi perangkat pembelajaran guru, organisasi kesiswaan, kegiatan intra-ekstra kurikuler, sarana dan prasarana sekolah, kalender akademik sekolah, jadwal kegiatan sekolah. Sedangkan PPL II dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dan diharapkan dapat mengembangkan daya pikir mahasiswa praktikan sebagai calon-calon tenaga kependidikan dan mendapatkan pengalaman baru dalam proses pendidikan. 


0

Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran IPA

Posted by Rangga Krisma Putra on 17.36

Pembelajaran biologi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain pendekatan inkuiri, keterampilan proses, konstruktivistik, dan sains teknologi masyarakat. Kesemua pendekatan tersebut bertujuan menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta berkomunikasi sebagai salah satu aspek penting dalam kecakapan hidup. Oleh karena itu, pemberian pengalaman belajar menekankan pada penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
Pengembangan keterampilan proses siswa dapat dilatihkan melalui suatu kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan keterampilan proses. Pendekatan keterampilan proses adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa, sehingga siswa dapat menemukan fakta-fakta, membangun konsep-konsep dan teori-teori dengan keterampilan intelektual dan sikap ilmiah siswa sendiri. Siswa diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti yang dikerjakan para ilmuwan, tetapi pendekatan keterampilan proses tidak bermaksud menjadikan setiap siswa menjadi ilmuwan.
Keterampilan berarti kemampuan menggunakan pikiran, nalar dan perbuatan secara efisien dan efektif untuk mencapai suatu hasil tertentu, termasuk kreativitas. Dengan demikian, Pendekatan Keterampilan Proses adalah perlakuan yang diterapkan dalam pembelajaran yang menekankan pada pembentukan keterampilan memperoleh pengetahuan kemudian mengkomunikasikan perolehannya. Keterampilan memperoleh pengetahuan dapat dengan menggunakan kemampuan olah pikir (psikis) atau kemampuan olah perbuatan (fisik).
American Association for the Advancement of Science (1970), mengklasifikasikan keterampilan proses menjadi keterampilan proses dasar dan keterampilan proses terpadu. Keterampilan proses dasar meliputi, observasi (pengamatan), clasifying (menggolongkan), communication (komunikasi), measuring (pengukuran), inferensi (menyimpulkan), prediksi (meramalkan). Sedangkan keterampilan proses terpadu meliputi pengontrolan variable, interpretasi data, perumusan hipotesa, pendefinisian variabel secara operasional, merancang eksperimen.
Penilaian dalam keterampilan proses dilakukan selama proses pembelajaran (penilaian proses) dengan menggunakan indikator dan kata operasional:
  1. Mengamati: melihat, mendengar, merasa, meraba, mambaur, mencicipi, mengecap, menyimak, mengukur, membaca.
  2. Menggolongkan (mengklasifikasikan): mencari persamaan, menyamakan, membedakan, membandingkan, mengontraskan, mecari dasar penggolongan.
  3. Menafsirkan (menginterprestasikan): menaksir, memberi arti, mengartikan, memposisikan, mencari hubungan, ruang-waktu, menentukan pola, menarik kesimpulan, mengeneralisasikan. 
  4. Meramalkan (memprediksi): mengantisipasi berdasarkan kecenderungan, pola atau hubungan antar data atau informasi. 
  5. Menerapkan/menggunakan (informasi, kesimpulan, konsep, hukum, teori, sikap, nilai atau keterampilan dalam situasi): menghitung, menentukan variabel, mengendalikan variabel, menghubungkan konsep, merumuskan konsep, pertanyaan penelitian, menyusun hipotesis, membuat modul. 
  6. Merencanakan penelitian: menentukan masalah/objek yang akan diteliti, menentukan tujuan penelitian, menentukan ruang lingkup penelitian, menentukan sumber data, menentukan alat, bahan, dan sumber kepustakaan, menentukan cara penelitian.
  7. Mengkomunikasikan: berdiskusi, mendeklamasikan, mendramakan, merenungkan, meragakan, mengugkapkan, melaporkan (dalam bentuk lisan, tulisan, gerak atau penampilan).
Penilaian dalam pembelajaran yang menggunakan keterampilan proses dapat dilakukan secara tes dan nontes. Penilaian secara tes dapat dilakukan melalui ujian tertulis dan lembar kerja. Sedangkan tes perbuatan dapat dilakukan melalui observasi dan tes perbuatan. Namun demikian, secara spesifik penilaian sangat ditentukan oleh tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan serta kreativitas dan kemampuan guru.

0

PROSEDUR PRAKTIKUM MEMBUAT LARUTAN

Posted by Rangga Krisma Putra on 20.43

MEMBUAT LARUTAN DENGAN MOLARITAS TERTENTU

1.  TUJUAN
Tujuan percobaan praktikum ini adalah diharapkan praktikan dapat membuat larutan dengan konsentrasi tertentu, mengencerkan larutan, dan menentukan konsentrasi larutan yang telah dibuat.

2.   DASAR TEORI
Larutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat yang terdispersi baik sebagai molekul, atom maupun ion yang komposisinya dapat bervariasi. Larutan dapat berupa gas, cairan atau padatan. Larutan encer adalah larutan yang mengandung sejumlah kecil solute, relatif terhadap jumlah pelarut. Sedangkan larutan pekat adalah larutan yang mengandung sebagian besar solute. Solute adalah zat terlarut, sedangkan solvent (pelarut) adalah medium dalam mana solute terlarut (Baroroh, 2004).
Pada umumnya zat yang digunakan sebagai pelarut adalah air, selain air yang berfungsi sebagai pelarut adalah alkohol amoniak, kloroform, benzena, minyak, asam asetat, akan tetapi kalau menggunakan air biasanya tidak disebutkan (Gunawan, 2004).
Kartimi ( 2010 ) Menyatakan Bahwa:
1.         Molaritas ( M ) Adalah Perbandingan antara banyaknya zat terlarut dalam 1 liter larutan
2.         Molalitas ( m ) Adalah Perbandingan antara zat terlarut dalam 1000 gram pelarutan
3.         Fraksi mol Adalah Perbandingan banyaknya zat terlarut dengan mol larutan
4.         Pengenceran Adalah Penambahan sejumlah air kedalam suatu larutan
Syukri ( 1999 ) Menyatakan bahwa:
Hukum kekalan massa, pada tahun 1774, Lavoiser memanaskan timah dengan oksigen dalam wadah tertutup dan menimbang secara teliti dan ia berhasil membuktikan bahwa dalam wadah tertutup tidak terjadi perubahan massa ia mengmukakan pernyataan tersebut sebagai hokum kekekalan massa.Yang berbunyi:
“Pada reaksi kimia massa zat pereaksi sama dengan massa zat hasil reaksi”
Banyak zat kimia yang terdapat dilaboratorium tidak dalam keadaan murni tetapi berupa larutan seperti garam, asam sufat, asam nitrat jumlah mol zat dalam larutan bergantung pada konsentrasi dan volumenya, suatu konsentrasi yang umum dipakai adalah molar ( M ).


3.  ALAT DAN BAHAN
     Alat


·         neraca timbang
·         labu ukur 100 mL
·         botol timbang
·         beker gelas
·         kaca arloji
·         spatula



0

LAGU KIMIA SIFAT SPU

Posted by Rangga Krisma Putra on 20.28

Lagu Kimia
SIFAT PERIODIK UNSUR
Lagu    : Nidji – Laskar Pelangi
Lirik    : Rangga

Sifat-sifat SPU
Ada 5 yang harus dipelajari
Logam, ra, AE, dan EI
ada juga elektronegatifan
Sifat SPU yang mempunyai kecenderungan..
Baik itu dalam golongan
Juga dalam perioda
Reff :
Dalam satu golongan SPU
Logam, ra-nya semakin besar
Sebaliknya AE, EI, EN
Cenderung semakin kecil
Sedangkan dalam satu perioda
logam ra-nya semakin kecil
sebaliknya AE, EI, EN
semakin kanan nilainya semakin besar


0

Refleksi Diri PPL SMA Taruna Nusantara

Posted by Rangga Krisma Putra on 19.50

REFLEKSI DIRI PPL I

Nama               : Rangga Krisma Putra
NIM                : 4301409030
Prodi               : Pendidikan Kimia
Jurusan            : Kimia
Fakultas           : FMIPA
Guru Pamong  : Dra. Rina Indrawati, M.Pd
Sekolah           : SMA Taruna Nusantara

Universitas Negeri Semarang ( UNNES ) adalah lembaga pendidikan tinggi yang salah satu misi utamanya menyiapkan tenaga terdidik untuk siap bertugas dalam bidang pendidikan, baik sebagai guru maupun tenaga kependidikan lainnya yang tugasnya bukan sebagai tenaga pengajar. Dalam kurikulum pendidikan yang dibuat dimunculkan beberapa mata kuliah yang mengacu ke arah sebagai seorang pendidik seperti Mata Kulih Dasar Kependidikan yang didalamnya memuat Manajemen Sekolah, BK, Pengantar Ilmu Pendidikan dan lain sebagainya. Serta mata kuliah yang menunjang latihan mengajar di lapangan ( sekolah ) yaitu berupa mata kuliah Praktek Pengalaman lapangan ( PPL ) yang terbagi atas PPL 1 dan PPL 2 yang semuanya dikerjakan dalam waktu kurang lebih 3 bulan. Praktik Pengalaman Lapangan berupa praktik keguruan/pengajaran di sekolah-sekolah latihan bagi para calon tenaga pengajar. Praktik non keguruan untuk para calon tenaga kependidikan lainnya, seperti calon konselor, calon laboran, seniman, perancang kurikulum, dan pendidik masyarakat.
Penerjunan  Mahasiswa PPL dari UNNES di SMA Taruna Nusantara Magelang pada tanggal 30 Juli 2012 berjumlah 20 Mahasiswa dari berbagai jurusan diantaranya : Jurusan Bahasa Indonesia, Bahasa

0

Animasi Kimia

Posted by Rangga Krisma Putra on 05.18
berikut simulasi animasi kimia yang perlu dicoba,..keren lohhh,..Chech it out,..
1. identifikasi asam basa menggunakan lakmus
2. elektrolit dan non elektrolit
3. animasi SPU

0

Penelitian Tindakan Kelas Contoh PTK » Contoh PTK Kimia »

Posted by Rangga Krisma Putra on 18.11
Penelitian Tindakan Kelas Contoh PTK » Contoh PTK Kimia »

0

Sosialisasi Masyarakat Desa Cendana Bae Kudus

Posted by Rangga Krisma Putra on 04.37
sebuah bentuk pengabdian saya kepada masyarakat

0

Lagu Kimia

Posted by Rangga Krisma Putra on 04.08

asam-basa (lagu kapan2)
asam-basa..
sungguh banyak gunanya
asam basa
ada kuat dan lemah
mungkin dapat larut mungkin sukar larut
bila dicampurkan hasilnya pasti garam
bila molnya sama akan saling menetralkan
asam basa
sungguh unik sifatnya
asam basa
diuji dengan lakmus
mungkin itu asam dan juga mungkin basa
bila warna merah tanda asam sifatnya
bila warna biru itu artinya basa

0

Meneliti Skripsi

Posted by Rangga Krisma Putra on 04.02



HASIL PENELITIAN MODEL PEMBELAJARAN SKRIPSI

TUGAS
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Strategi Pembelajaran Kimia
Dosen pengampu Saptorini



oleh
Rangga Krisma Putra
4301409030
Pendidikan Kimia
Jurusan Kimia




FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2010




1.     Judul Skripsi yang diteliti  
EFEKTIFITAS  MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION BERBANTUAN MEDIA CHEMO-EDUTAINMENT  PADA POKOK BAHASAN REAKSI REDOKS KELAS X SMA NEGERI 1 GUBUG
Penulis        : Devi Risna Ariyana
Tahun                   : 2010

0

Cara Mengajar Kimia Yang Menyenangkan

Posted by Rangga Krisma Putra on 07.39
Pelajaran kimia dianggap sebagian besar siswa menjadi pelajaran yang sulit dipahami dan dimengerti.Permasalahan pembelajaran kimia yang sampai saat ini belum mendapat pemecahan secara tuntas adalah adanya anggapan pada diri siswa bahwa pelajaran ini sulit dipahami dan dimengerti. Ini menyebabkan pelajaran kimia tidak disukai, bahkan sebagian siswa bersikap antipati dan menganggapnya sebagai momok.

Mengapa itu bisa terjadi? Sukiman,G
uru kimia SMA Negeri 1 Amuntai Kalimantan Selatan menemukan setidaknya dua hal yang menjadi penyebab.
  • Pertama, metode pembelajaran kimia yang diterapkan guru bersifat monoton dan kurang variasi. Ini menjadikan belajar kimia kurang bermakna dan tidak menarik bagi siswa.
  • Kedua, sebagian besar siswa terbawa opini yang terbentuk di tengah-tengah masyarakat bahwa pelajaran kimia itu sulit. Hal itu semakin memperkuat anggaan siswa terhadap pelajaran kimia sebagai cabang ilmu yang sulit dipelajari dan dipahami.

Permasalahan ini mendorong dia membuat metode pembelajaran kimia yang menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan. Metode tersebut diberi nama model pembelajaran kimia rekreasi. Metode ini mengedepankan usaha menciptakan situasi belajar kimia bernuansa gembira yang dapat membuat siswa merasa asyik, dilakukan di luar maupun di dalam kelas.

Dalam metode ini, dia menerapkan lima macam pembelajaran kimia rekreasi. Yakni,
  1. belajar kimia sambil bernyanyi
  2. puitisisasi kimia
  3. kuis kimia
  4. karyawisata atau berkunjung ke objek wisata
  5. Menghapal delapan golongan unsur dengan kalimat jenaka (jembatan keledai).

Bernyanyi sambil belajar kimia, contohnya. Metode ini menggunakan pendekatan lagu atau nyanyian. Konsep dan sub konsep yang ada pada suatu pokok bahasan dirumuskan dalam bentuk bait lagu yang iramanya diambil dari lagu-lagu yang sudah dikenal siswa. Misalnya, siswa kelas I yang biasanya kesulitan memahami konsep ikatan ion dan proses terjadinya ion, ditanamkan lewat lagu Angin Mammiri.

Demikian pula dengan puitisasi kimia. Ini menggunakan pendekatan keindahan puisi. Siswa diberi tugas membaca pokok bahasan yang sedang dipelajari kemudian guru merumuskan konsep yang akan ditanamkan dalam bentuk puisi. Pada saat pembelajaran, siswa diminta membaca puisi di depan kelas. Setelah itu, guru menjelaskan makna puisi. ''Berdasarkan pengalaman penerapan model pembelajaran ini, antusias siswa meningkat, di samping dapat menggali dan menyalurkan bakat siswa di bidang seni sastra,'' tuturnya.

0

KARTU KIMIA DARI LIMBAH KARDUS

Posted by Rangga Krisma Putra on 21.17

KARTU KIMIA DARI LIMBAH KARDUS

kartukimia.edit_.JPG
Mata pelajaran kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit bagi peserta didik. Akibatnya, banyak siswa yang tidak berhasil dalam belajar kimia bahkan berkembang anggapan bahwa mata pelajaran MIPA terutama kimia merupakan mata pelajaran tersulit dan menjadi momok bagi mereka. Upaya yang dilakukan untuk menghilangkan sugesti tersebut dalam diri peserta didik adalah dengan memberikan pembelajaran yang lebih kreatif terhadap peserta didik dengan metode pembelajaran yang tidak hanya dilaksanakan secara satu arah tetapi harus lebih memberi kesempatan kepada siswa untuk bertidak lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tidak merasa cepat bosan dalam belajar.
Salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga peserta dapat lebih aktif dan tidak merasa bosan adalah penggunaan metode Teams Game Tournament (TGT). TGT merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan seluruh peserta didik tanpa harus ada perbedaan status, menumbuhkan tanggung jawab, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya, dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Namun, suatu pembelajaran akan lebih efektif bila dilengkapi dengan media pembelajaran.

0

40 Istilah Bahasa gaul

Posted by Rangga Krisma Putra on 20.43
Bahasa Gaul merupakan bahasa anak-anak remaja gaul yang biasa digunakan sebagai bahasa sandi. Bahasa ini mulai dikenal dan digunakan sekitar tahun 1970. Awalnya bahasa ini dikenal sebagai “bahasanya anak jalanan / bahasa preman” karena biasanya digunakan oleh para Prokem (sebutan untuk para preman) sebagai kata sandi yang hanya dimengerti oleh kelompok mereka sendiri. Belakangan bahasa ini menjadi populer dan banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Selain karena sering digunakan oleh para remaja untuk menyampaikan suatu hal secara rahasia (tanpa diketahui guru dan orang tua mereka), juga banyaknya media (televisi, radio, film, majalah, dan lain-lain) yang menggunakan kata-kata itu, sehingga bahasa gaul menjadi sangat populer.
Bahasa Gaul atau Bahasa Prokem terus berkembang dari masa ke masa. Ada sebagian kata yang diperkenalkan sejak tahun 1970an dan hingga kini masih sering dipakai. Namun tidak sedikit kata-kata itu sudah tidak dikenal lagi dan berganti dengan istilah lain yang lebih “funky”. Kata-kata tersebut biasanya merupakan bahasa daerah yang dipelintir atau dipelesetkan artinya. Ada juga kata yang posisi konsonan dan vokalnya diubah sedemikian rupa, menimbulkan bunyi baru yang cukup unik dan lucu kalo didengar.
1. ALAY :
Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis.
2. KOOL :
Sekilas cara membacanya sama dengan “cool” (keren), padahal kata ini merupakan singkatan dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay.
3. LEBAY :
Merupakan hiperbol dan singkatan dari kata “berlebihan”. Kata ini populer di tahun 2006an. Kalo tidak salah Ruben Onsu atau Olga yang mempopulerkan kata ini di berbagai kesempatan di acara-acara di televisi yg mereka bawakan, dan biasanya digunakan untuk “mencela” orang yang berpenampilan norak.
4. JAYUS :
Saya tadinya mengira kata ini merupakan singkatan, namun setelah saya telusuri, ternyata bukan. Arti sebenarnya adalah lawakan atau tingkah laku yang maunya melucu tapi tidak lucu.
Istilah Jayus populer di tahun 90an dan masih sesekali digunakan di masa kini. Dari cerita mulut ke mulut, konon ada seorang anak di daerah Kemang bernama Herman Setiabudhi yang kerap dipanggil Jayus oleh teman2nya. Jayus sendiri adalah nama ayah dari Herman (lengkapnya Jayus Kelana) yang seorang elukis di kawasan Blok M. Herman alias Jayus terkenal sebagai anak yang sering melawak tapi lawakannya kerap kali tidak lucu.
5. GARING :
Kata ini merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “tidak lucu”. Awalnya kata-kata ini hanya digunakan di Jawa Barat saja. Namun karena banyaknya mahasiswa luar pulau yang kuliah di Jawa Barat (Bandung) lalu kembali ke kota kelahiran mereka, kata ini kemudian dipakai mereka dalam beberapa kesempatan. Karena seringnya digunakan dalam pembicaraan, akhirnya kata ini pun menjadi populer di beberapa kota besar di luar Jawa Barat.
6. GANDENG :
Kata ini pun merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “berisik”. Sama seperti garing, kata ini dibawa dan dipakai oleh para mahasiswa luar Jawa Barat yang sempat kuliah di tanah Parahyangan itu, yang pada akhirnya membuat kata ini menjadi terkenal dan beberapa kesempatan dipakai.
7. BEGICHU / BEGICYU :
Biasanya kata ini disebutkan dengan penekanan di bagian belakang (yaitu memonyongkan bibir). Kata ini sendiri digunakan secara tidak sengaja oleh seorang anak kecil bernama Saipuddin, 3 tahun, asal Madura. Kata ini kemudian banyak dipopulerkan oleh artis. Salah satunya adalah Titi DJ.
8. MENEKETEHE :
Kata ini sebenarnya berasal dari kata “Mana Kutahu” dan diplesetkan oleh Tora Sudiro sekitar awal tahun 2000an, di acara Extravaganza TransTV. Istilah itu cukup populer dan saat ini cukup sering digunakan orang.
9. CING :
Saya mensinyalir kata ini sudah sering digunakan sejak tahun 1970an. Hal ini saya ketahui saat menonton film Si Pitung Banteng Betawi yang dibintangi oleh (alm) Dicky Zulkarnaen. Belakangan, di tahun 90an, kata ini mulai sering digunakan orang lagi, terutama setelah sering digunakan Debby Sahertian di sitkom Lenong Rumpi. Kata “cing” biasa digunakan sebagai sapaan untuk teman dekat. Misalnya, “Mau ke mana, Cing?”
10. EMBER :
Kata ini merupakan plesetan dari kata “Memang Begitu”. Pertama kali dipopulerkan oleh Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan orang. Sejak itu, kata ini sering digunakan di berbagai kesempatan.
11. YIUK….!! :
Kata yang merupakan bentuk ajakan ini dipopulerkan oleh Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan (anggota grup GSP). Kata ini sempat populer di awal tahun 90an dan sering digunakan oleh Lenong Rumpi. Di awal tahun 2000an, kata ini kembali populer sejak digunakan oleh Indra Birowo dan Tora Sudiro di acara Exravaganza. Karena sering digunakan saat mereka berperan sebagai bencong, maka kata ini identik dengan panggilan kaum waria / bencong.
12. BONYOK :
Kata ini merupakan singkatan dari Bokap-Nyokap (orang tua). Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini, tapi kata ini mulai sering digunakan diperiode awal 2000an, ketika bahasa sms mulai populer di kalangan remaja.
Bokap (Ayah) dan Nyokap (Ibu) sendiri merupakan istilah yang telah populer sejak tahun 80an dan masih digunakan hingga hari ini.
13. BISPAK :
Merupakan singkatan dari kata “Bisa Pakai”. Kata ini mulai populer di pertengahan 90an, dan biasanya digunakan sebagai kode rahasia untuk menyebutkan wanita / pria yang bisa “dipakai” (baca : ditiduri), tapi mereka sendiri tidak mau disebut PSK (Pekerja Seks Komersial), karena seringkali mereka melakukan hal itu “just for fun”.Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini tapi dari penelusuran saya, kata ini sudah akrab dan sering digunakan oleh para Eksmud (Eksekutif Muda) Jakarta sekitar tahun 96an.
14. AKIKA :
Merupakan sandi untuk mengatakan “Saya”. Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum waria di tahun 90an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul yang dibuatnya.
15. SUTRALAH :
Merupakan pemanjangan dan plesetan dari kata “Sudahlah”. Kata ini juga dipopulerkan oleh kaum waria dan mulai populer di tahun 90an akhir.


0

10 Fenomena aneh yang terjadi dalam pikiran manusia

Posted by Rangga Krisma Putra on 20.37
10. Deja vu
Deja vu adalah pengalaman tertentu akan sesuatu yang sedang berlangsung di mana anda sudah mengalaminya atau melihat situasi baru itu sebelumnya – anda merasa seolah-olah peristiwa telah terjadi atau sedang mengulanginya.
Pengalaman itu biasanya disertai oleh perasaan yang kuat seperti sudah mengenal dan suatu perasaan berupa kengerian, asing, atau aneh. Pengalaman “yang sebelumnya” ini biasanya berhubungan dengan mimpi, tetapi kadangkadang ada suatu perasaan pasti bahwa itu sudah terjadi di masa lalu. 9. Deja Vecu
Deja vecu (Dibaca deya vay-koo) adalah apa yang dialami banyak orang ketika mereka berpikir sedang mengalami deja vu. Deja vu adalah perasaan telah melihat sesuatu sebelumnya, sedangkan deja vecu adalah pengalaman setelah melihat suatu peristiwa sebelumnya,
tapi hanya di dalam detil yang besar – seperti mengenali bau-bauan dan bunyi-bunyian. Hal ini juga biasanya disertai oleh suatu perasaan yang sangat kuat akan pengetahuan sesuatu yang akan datang kemudian. Pengalaman yang pernah terjadi – tidak hanya mengenal apa yang akan datang berikutnya – tetapi juga mampu mengatakan kepada orang di sekitar apa yang akan datang itu, dan biasanya itu adalah benar. Ini sangat aneh dan sensasi yang tidak bisa
dijelaskan.
8. Deja Visite
Deja Visite adalah pengalaman yang hanya sedikit orang mengalaminya di mana melibatkan suatu pengetahuan gaib akan suatu tempat yang baru. Sebagai contoh, anda mungkin pernah mengetahui jalur jalan di suatu kota yang baru anda datangi atau pemandangannya meskipun tidak pernah ke sana sebelumnya, dan anda yakin mustahil mempunyai
pengetahuan tentang itu. Kalau Deja Visite tentang hubungan-hubungan geografis dan ruang, selagi Deja Vecu adalah tentang kejadian-kejadian sementara waktu. Nathaniel Hawthorne menulis tentang sebuah pengalaman seperti ini di dalam bukunya “Our Old Home” di mana dia mengunjungi sebuah benteng yang sudah hancur dan mempunyai pengetahuan lengkap mengenai denah tata letaknya. Ia kemudiannya mampu melacak pengalaman itu dalam sebuah
puisi karangan Alexander Pope yang dibacanya beberapa tahun kemudian. Puisi itu menggambarkan keadaan benteng itu dengan akurat persis seperti yang diketahuinya.
7. Deja Senti
Deja Senti adalah fenomena akan sesuatu yang pernah dirasakan. Hal ini eksklusif sebuah fenomena kejiwaan dan jarang menetap di dalam ingatan anda setelah itu. Di dalam kata-kata dari orang setelah mengalaminya adalah: “Apa yang menjadi perhatian adalah apa yang sudah diperhatikan sebelumnya, dan sungguh sudah dikenal, tetapi sudah dilupakan untuk sementara waktu, dan sekarang merasa puas seakan-akan hal itu telah diingat kembali. Kemampuan
mengingat itu selalu dimulai dengan suara orang lain, atau oleh perkataan dari pikiranku sendiri, atau dengan apa yang kubaca dan perkataan jiwa. Aku pikir selama keadaan tidak normal aku berkata-kata secara umum beberapa kalimat sederhana seperti Oh, ya. Aku mengerti , Tentu saja, aku ingat , dan lain-lain, hanya satu atau dua menit kemudian aku dapat mengingat kembali semuanya, dengan tidak memerlukan kata-kata maupun pemikiran yang dinyatakan dengan lisan untuk menimbulkan ingatan. Aku hanya mendapatkan bahwa perasaan itu serupa dengan apa yang sudah kurasakan sebelumnya di dalam kondisi tidak normal seperti itu.
Anda berpikir baru saja mengucapkannya, tetapi anda juga menyadari bahwa sesungguhnya tidak mengucapkan suatu kata pun.

0

7 Makanan yang Mempertajam Daya Ingat

Posted by Rangga Krisma Putra on 20.28

Anda sangat beruntung bila memiliki kebiasaan konsumsi makanan sehat dan bergaya hidup sehat. Kebiasaan ini mampu menurunkan risiko terkena diabetes, hipertensi, jantung, bahkan penyakit Alzheimer.
Kebiasaan sehat memang bisa menjadi investasi Anda di masa depan. Salah satunya, menurunkan risiko terkena Alzheimer Penyakit ini merupakan keadaan ketika daya ingatan seseorang menurun terus menerus sehingga dia tidak mampu mengurus diri sendiri.
Menurut peneliti, Anda dapat terus menjaga kesehatan tubuh sekaligus meningkatkan memori otak dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan sehat berikut ini, seperti dikutip dari Health.
Ikan
Ikan laut kaya kandungan asam lemak Omega-3. Asam lemak berfungsi melindungi kesehatan jantung, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, membantu menurunkan tekanan darah. Omega-3 juga menyediakan lebih banyak oksigen ke otak, serta memungkinkan seseorang untuk menyimpan informasi baru sementara masih mengingat informasi lama.
Jenis ikan yang bisa Anda konsumsi, antara lain: salmon, tuna, dan ikan haring.
Sayuran
Makanan ini merupakan sumber terbaik vitamin E dan asam folat. Sayuran berdaun hijau seperti brokoli dan bayam sangat bagus untuk menyehatkan otak anak-anak sampai orang dewasa.
Menurut studi, kandungan yang ada dalam sayuran dapat membantu Anda menjaga memori. Selain vitamin E, sayuran juga mengandung vitamin B6, dan B12 yang merupakan senyawa penting untuk mendobrak tingkat homocystein, yang dapat mengakibatkan lupa dan bahkan penyakit Alzheimer.
Avocad
Buah ini merupakan sumber yang kaya antioksidan vitamin E. Kandungan avokad mampu mengurangi risiko terserang Alzheimer.
Biji bunga matahari
Biji-bijian, termasuk juga biji bunga matahari, merupakan sumber baik vitamin E yang Anda perlukan. Sebanyak 100 gram biji bunga matahari mengandung 30% dari asupan yang direkomendasikan untuk harian. Taburkan mereka di atas salad agar dapat dikonsumsi lebih enak. Rasanya enak, sekaligus menyehatkan otak Anda.
Kacang tanah dan selai kacang
Meskipun keduanya tinggi lemak, kacang tanah dan selai kacang cenderung tetap menjadi sumber lemak sehat. Selain itu juga mengandung vitamin E. Makanan ini dapat membantu menjaga jantung dan otak tetap sehat dan berfungsi dengan baik.
Buah berry
Menurut penelitian buah blueberry, stroberi, raspberry dan buah berry lainnya mengandung antioksidan yang baik untuk meningkatkan fungsi otak. Kandungan buah-buahan ini akan membantu mengurangi penuaan pada otak. Berry juga baik untuk meningkatkan memori otak.
Biji-bijian
Menurut riset, beras merah, oatmeal, roti whole grain, gandum, dan lain-lain juga sangat baik untuk kesehatan Anda. Makanan ini dapat meningkatkan aliran darah ke otak. Dengan demikian menunjang kualitas fungsi otak
Sumber:http://kosmo.vivanews.com/news/read/192882-pertajam-daya-ingat-dengan-7-makanan-ini

0

LAGU KENANGAN TERINDAH (SAMSON), UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN KIMIA PADA MATERI STOIKIOMETRI LARUTAN

Posted by Rangga Krisma Putra on 00.20

A.       Pendahuluan

Relaxed and fun, itulah yang mendasari pembelajaran ini. Pembelajaran kimia pada dasarnya mengalami konfigurasi kesulitan yang seragam, manakala mengandalkan penyampaian yang bersifat konvensional. Pendekatan-pendekatan pembelajaran yang dilakukan haruslah berorintasi pada pendekatan kekinian, sesuai dengan karakter dan perkembangan peserta didik. Kaidah yang perlu dijadikan patokan dalam pembelajaran adalah bagaimana peserta didik dapat optimal dalam proses belajar, terlibat secara aktif dalam pembelajaran baik secara individual maupun klasikal. Pendekatan pembelajaran secara kontekstual, diperlukan cara penyampaian atau metode yang sesuai dengan materi pembelajaran. Materi pembelajaran yang abstrak dan rumit sangat dimungkinkan mengalami kesulitan disampaikan ke peserta didik jika hanya melalui cara pembelajaran konvensional. Pada posisi ini diperlukan strategi, kreativitas, dan inovasi dari pendidik agar pesan yang hendak disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik dengan lebih mudah.

Namun demikian pembelajaran tidak hanya sekedar menyampaikan pesan yang terkandung dalam materi pembelajaran, tetapi seperti yang disampaikan Kimble (dalam Hergenhahn & Olson, 2008: 2) harus terjadi adanya perubahan yang relative permanen behavioral personality  sebagai akibat dari reinforced practice, agar peserta didik menjadi manusia pembelajar. Di sinilah peran pendidik yang sebenarnya, bagaimana ia dapat lebih memudahkan yang sulit, mengkonkritkan yang abstrak, dan mentransformasikan pengetahuan kepada peserta didik. Tuntutan pendidik agar terus menerus berinovasi dalam pembelajaran dilandasi pemikiran tersebut. Proses pembelajaran harus menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar, sebab salah satu prinsip psikologi belajar menyatakan bahwa makin besar keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, maka semakin besar baginya untuk mengalami proses belajar. Peserta didik akan mudah memahami konsep yang rumit dan abstrak jika disertai contoh-contoh konkrit, contoh-contoh yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari dan mempraktikannya sendiri. Hal ini berarti pembelajaran yang harus sesuai dengan indikator yaitu meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Persoalan-persoalan bagaimana menyampaikan materi yang sulit menjadi mudah, dan yang abstrak menjadi konkrit juga dialami dalam pembelajaran kimia. Dampak yang dirasakan bagi peserta didik adalah materi kimia merupakan salah satu materi yang kurang diminati oleh peserta didik. Penulis juga menghadapi masalah seperti yang dihadapi oleh pendidik mata pelajaran kimia lainnya. Berdasarkan data empiris yang didapat penulis, bahwa dalam pembelajaran kimia rata-rata ketuntasan belajar klasikal hanya mencapai 23% saja, sedangkan 77%-nya berada di bawah KKM. Data tersebut diperoleh dari hasil evaluasi Kelas XI IPA SMA N 1 Kawali pada semester ganjil. Oleh karena itu penulis melakukan inovasi pembelajaran untuk menjawab rendahnya minat siswa terhadap pengajaran kimia, rendahnya aktivitas peserta didik dalam proses belajar mengajar, dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.

Untuk menciptakan pembelajaran kimia sebagaimana tersebut di atas maka diperlukan sarana dan media pembelajaran yang mendukung terciptanya perbelajaran kimia yang kreatif dan inovatif. Karena berdasarkan pendapat Gagne dan Briggs (1975) secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran. Dengan kata lain, media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Media pembelajaran seperti yang dimaksudkan oleh Gagne dan Briggs tersebut di atas, sangat kurang dimiliki oleh sekolah-sekolah. Berdasarkan pada fakta tersebut penulis mencoba mengajukan rumusan masalah bagaimanakah meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar kimia pada pokok bahasan stoikiometri?

B.     Inovasi Pembelajaran Kimia

Lebih dua dasa warsa terakhir ini, dunia pendidikan mendapat sumbangan pemikiran dari teori konstruktivisme sehingga banyak negara mengadakan perubahan-perubahan secara mendasar terhadap sistem dan praktik pendidikan mereka, bahkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pun tak luput dari pengaruh teori ini. Paul Suparno dalam “Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan” mencoba mengurai implikasi filsafat konstruktivisme dalam praktik pendidikan. Berikut ini adalah intisari buku tersebut, sekiranya bisa bermanfaat bagi para pendidik dan orangtua.
Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri. Pengetahuan bukan tiruan dari realitas, bukan juga gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Pengetahuan merupakan hasil dari konstruksi kognitif melalui kegiatan seseorang dengan membuat struktur, kategori, konsep, dan skema yang diperlukan untuk membentuk pengetahuan tersebut.


MATERIKU

Copyright © 2009 Semua Tentang Kimia & My Life All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.